Skip to content
September 6, 2011 / danie

Snow World

Dingin….. bbrrrhhhh

Suhu minus 15 derajat celcius. Terasa dingin sekali karena tubuh ini sudah terbiasa dengan suhu 25 hingga 30an derajat celcius kota Semarang. Sedikit kaget memang. Tapi tidak perlu penyesuaian terlalu lama, karena saya sudah mulai terbiasa dengan dinginnya. Apalagi ketika bisa menyentuh salju itu. Ternyata tekstur salju seperti ini. 😀


Xixixii… saya tidak sedang berada di Alaska. Tidak juga sedang liburan musim dingin di belahan bumi utara. Iya, saya masih di Semarang, kota dengan udara yang cukup panas. Salju yang saya rasakan menyentuh ujung jemari pun bukan salju sebenarnya. Dingin yang merasuk ke tulang itu juga buatan manusia. Saya sedang menikmati Snow world di Giant Central City Penggaron, Semarang paling timur. Sekedar mengisi libur lebaran.

Tiket dihargai sebesar Rp. 50.000,- untuk dewasa dan Rp. 40.000,- untuk anak dibawah satu tahun maupun yang mempunyai tinggi kurang dari 140 centimeter. Pengunjung bisa merasakan sensasi musim dingin dan salju tanpa harus keluar negeri. Menurut info, bisa juga dapat potongan kalau belanja di Giant. Untuk warga Semarang yang belum berkesempatan mengunjungi Jepang di musim salju (seperti saya) setidaknya bisa sedikit mengobati rasa penasaran itu. Lumayan lah.


Sebenarnya sih pengunjung dilarang membawa kamera, handphone, dan sejenisnya dengan alasan pengelola tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang mungkin terjadi. Saya cuek saja, tetap membawa handphone. Ternyata di dalam sana sudah ada pak fotografer yang siap sedia melayani permintaan foto. Biaya cetak Rp. 20.000,- dan biaya CD Rp 10.000,- . Bodo amat ah, saya tetap mengambil gambar melalui kamera handphone. Toh handphonenya nggak rusak. 😀


Dengan tiket seharga limapuluh ribu itu pengunjung bisa puas bermain didalam wahana. Bisa keluar masuk sesuka hati dengan menunjukan stempel ditangan. Ada banyak pahatan dari balok es dengan bentuk beragam. Ada tempat main perosotan yang katanya sepanjang tujuh belas meter.  Snow world bisa dijadikan alternatif liburan di Semarang selain di mall, kota lama, maupun Bandungan.


Demitri berpose tiduran tanpa jaket, sok-sokan nggak kedinginan. ^_^

Jadi jika kamu ingin merasakan salju (buatan), datang aja. Dibuka pada pukul 11.00 sampai 20.00 setiap harinya, mulai 17 Agustus 2011 dan belum ditutup loh sampai hari ini. 😀


Advertisements
September 2, 2011 / danie

Mie Kopyok Lebaran

Selalu ada opor dihari raya. Selalu ada rendang menemani ketupat. Sambel goreng juga nggak pernah absen di hari nan Fitri ini. Dan semuanya bersantan. Kental. Eneg, apalagi kalau dua hari full harus menyantap hidangan seperti itu. Bertamu ke sanak saudara, menunya pun pasti sama, hanya beda rasa karena beda koki. 

Lebaran kemarin, ibu tau betul kalau kami sekeluarga sudah bosan dengan opor. Maka dibuatlah mie kopyok atau lebih dikenal dengan sebutan mie lontong. Mie kopyok biasanya dijual berkeliling dengan kisaran harga Rp 4.000 – Rp 6.000. Nah, karena keluarga kami lumayan besar, maka ibu memilih untuk membuatnya sendiri. Lebih hemat ^^. Bahan-bahannya mudah dan semuanya sudah tersedia di kulkas. Maklum, pasar masih sepi dan mahal ketika lebaran.

Saya ikut terjun di dapur membantu proses memasaknya, jadi saya tau bumbu apa saja yang dibutuhkan dan cara membuatnya.

Bahan dan bumbu yang dibutuhkan adalah mie kuning, tauge, lontong (diganti ketupat juga boleh), bawang merah goreng, irisan daun seledri, tahu goreng (tapi kali ini ga pakai, kehabisan stok), kerupuk gendar/karak (kerupuk dari nasi), garam, air bawang putih dan kecap manis. Kalau suka, bisa ditambahkan cabe rawit rebus.

Cara menyajikannya cukup mudah dan cepat. Mie kuning dan tauge direbus sebentar dengan air mendidih, kemudian taruh diatas lontong yang sudah diiris. Tambahkan garam, tahu, irisan daun seledri dan air bawang putih. Siram dengan air panas, taburi dengan bawang goreng dan krupuk gendar. Tambahkan kecap manis dan cabe rawit rebus sesuai selera.

Mie kopyok siap disantap. Panas, pedes, seger. Slurpp…yummyyy… Gampang banget cara buatnya. 😀
mie kopyok semarang made in danie
September 1, 2011 / danie

Idul Fitri 1432H

29 Agustus 2011
Aktivitas dapur sudah dimulai. Kompor sudah dinyalakan. Ketupat dan lontong sudah dimasak. Mentog sudah disembelih dan dicabut bulunya, dipotong-potong, dan dibumbui. Dan mentog pun menjadi hidangan opor pelengkap ketupat. Nastar sudah mengisi toples-toples bersama kue-kue yang lain. Hari itu, semuanya bersemangat menyambut Idul Fitri. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehari sebelum Idul Fitri tiba, dapur menjadi rame. Indahnya lebaran.

Tapi ada sedikit kekhawatiran. Meskipun hampir tiap tahun selalu ada perbedaan di negeri ini, tapi tahun ini terasa beda. Lebaran selasa atau rabu? Kalaupun tahun ini berbeda lagi, biasanya puasa pun dimulai pada hari yang tidak sama, selisih satu hari. Nah, tahun ini pemerintah dan Muhammadiah memulai puasa di hari yang sama tetapi ber-Idul Fitri di hari yang berbeda.

Sore hari, semuanya sudah siap. Tinggal menunggu waktu berbuka puasa di hari terakhir. Sudah menjadi tradisi, kami selalu berbuka puasa dengan ketupat. Dan akan makan ketupat lagi esok hari setelah sholat Ied. 

Pemerintah mengumumkan secara resmi bahwa Idul Fitri jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011 pada malam harinya. Loh? Kok lebarannya mundur. Padahal di kalender tanggal 30 kan? Ya… ada kesempatan satu hari lagi untuk berpuasa.

30 Agustus 2011
Belum pernah ngalamin kejadian seperti ini. Makan sahur dengan menu ketupat dan opor. Agak sedikit nggak enak sih. Nggak nendang. Kan biasanya makan nasi. 😀

Siang hari harusnya sudah berkeliling halal bihalal sesuai rencana. Tapi siang itu diisi dengan tiduran di rumah. Mau jalan-jalan kok ya masih puasa. Panas pula. 

Dan hari itu panas banget.

Malam harinya, takbir berkumandang. Seluruh mushola dan masjid saling bersahutan mengagungkan Allah SWT. Nggak terasa tiga puluh hari telah dilalui. Berpisah dengan Ramadhan, bulan penuh ampunan, berkah dan diskon.

31 Agustus 2011
Sholat Ied di masjid agung Jawa Tengah. Dilanjutkan dengan bermaaf-maafan. Dan makan-makan lagi.

Idul Fitri, semoga kembali fitrah. Diampuni segala dosa, dan diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan.






SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432H
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
~ Danie ~

August 18, 2011 / danie

[Buka Bersama] Mabok Pizza

Buka bersama kali ini bersama teman sejak masih sma. Rencana awal, akan ada enam orang. Tetapi hanya lima orang saja yang bisa hadir. Indri, Danny Set, Wiwid, Isna dan saya. Satu orang mengundurkan diri dengan alasan nggak jelas. Dan kami berlima berjuang menghabiskan porsi enam orang. Kenyang.



Kami berbuka puasa di Pizza Hut Java Mall. Iya, kami berbuka sambil ngobrol sana sini. Biasa, cewek kalau sudah ketemu bisa lupa waktu. Apalagi kami berlima. Meskipun sudah sering ketemu untuk makan bareng, tetap saja seru. 😀

August 15, 2011 / danie

[Buka Bersama] NKC @ Pak Oeban

Akhirnya ada kesempatan lagi untuk bekumpul bareng NKC setelah sekian lama. Momen yang pas, buka bersama pada Ramadhan tahun ini. Tempat yang dipilih adalah warung makan Gulai Kepala Ikan Pak Oeban. Seperti judul warungnya, menu utama adalah gulai kepala ikan kakap. Ada di Jalan Menteri Supeno Semarang.



Warung makan Padang tapi tanpa rendang. Gulai kepala kakap, sambel lombok ijo dengan lalapan daun singkong rebus. Padang banget bukan? Tapi nggak ada rendang dalam daftar menu. Ayam pop juga ada. Rasanya lumayan, nggak terlalu enak, tapi nggak buruk-buruk amat sih. Sambelnya kurang nendang. Porsi nasinya juga dikit. 😀 Hahaaha… ketahuan banget yak kalau muatan perut saya banyak. :”>



Dari beberapa yang datang, sepertinya hanya saya yang menikmati gulai kepala ikan itu. Singkirkan sendok dan garpu, mulai berjuang mritili kepala ikannya. Seru ajah. Kalau pakai sendok dan garpu, kurang afdol menurut saya. Pertempuran pun dimulai. Krikit-krikit, brakot, cokot, slurp. Dan saya keluar sebagai pemenang. Kepala ikan itu porak poranda tak berbentuk.



Tempatnya seperti warung pada umumnya. Ada lesehan dibagian belakang warung. Pondok bambu diatas kolam. Ah, tapi sayang kolam itu tidak berpenghuni. Lebih mirip selokan mampet daripada kolam. Dan jadi tempat strategis buat nyamuk berkembang biak.



Over all, not bad lah. Buka puasa bareng. Sing penting kebersamaan, ngumpul bareng. Dolan bareng.

#Foto terakhir saya pinjam dari sini. Selebihnya hasil bidikan mpix, pocket camera 7mp. Dan nasib sang potograper, nggak ada penampakannya.

August 4, 2011 / danie

[Buka Bersama] Spesial Sambal

Sebelumnya, selamat menjalankan ibadah puasa untuk yang menjalankan.

Ini Ramadhan ketiga saya bersama Demitri. Dan ini buka bersama kali pertama dengannya tahun ini. Warung makan yang dipilih, kesukaan dia, SS Spesial Sambal. Dan seperti biasa saya memesan es kobokan alias es jeruk nipis. Mirip kobokan (mangkok cuci tangan) karena ada irisan jeruk nipis dan warnanya keruh. Tapi bikin seger, perpaduan manis dan asam.

Bukan buka bersama sih sebenarnya, tapi makan malam. Karena sebelumnya saya sudah makan di rumah, dengan porsi kecil. Hehehe… curang :D. Jadi, saya hanya memesan sedikit, takut perut ini tidak mampu menampung. Sambal yang wajib dipesan adalah sambal terasi segar, karena menduduki peringkat pertama pedasnya. Sambal kesukaan Demitri, bukan saya. Saya tidak kuat pedasnya. :”>



Alhamdulillah, bisa berbuka puasa bersama. Semoga berkah Ramadhan berlimpah tahun ini. Dan semoga bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan.

August 2, 2011 / danie

[Rumah Makan] Omah Iwak

Beberapa waktu lalu bersama Demitri, berkesempatan mencoba warung makan baru di dekat rumah. Namanya Omah Iwak. Tulisan nama warung didominasi warna merah dan putih. Masih sepi karena dibuka baru seminggu ketika saya datang. Tempatnya ada di depan Pom Bensin Sendangguwo sebelah ASAYA. Omah Iwak bersebelahan dengan Cowek Ireng.



Dari namanya, saya berpikir jika warung ini menyediakan menu seafood seperti resto seafood pada umumnya. Dan ternyata menu yang ditawarkan tidak banyak. Menu tersebut di tulis di papan tulis. Omah Iwak hanya menyediakan gurami, nila, bawal, lele, cumi, udang, srimping. Masakannya juga tidak bervariasi, antara goreng, bakar, goreng mentega dan goreng tepung. Saya pikir ada udang asam manis atau kepiting lada hitam atau sup seafodd. Sambalnya hanya terdiri dari empat macam saja. Untuk minuman, standar lah. Harganya hampir sama dengan Cowek Ireng, SS. Soal rasa, tidak ada yang spesial.



Malam itu, kami memesan lele bakar, udang goreng tepung, cumi goreng tepung, sambel terasi lalap, teh hangat dan es soda gembira.



Lele bakar

cumi goreng tepung

sambal terasi + lalap



udang goreng tepung

Rumah makan ini tidak menyediakan lesehan seperti rumah makan lainnya. Konsep dapur ada di depan, jadi pelanggan bisa mengamati proses memasak. Entah karena tidak ada tempat di belakang atau memang mengadaptasi konsep open kitchen. 😀

Satu hal yang kurang menurut saya, tempat parkir. Mobil pelanggan diparkir persis di pinggir jalan raya Majapahit. Untuk motor bisa diparkir di trotoar. Tapi trotoar itu untuk para pejalan kaki bukan? Trotoar bukan untuk tempat parkir.



Jadi, semuanya biasa saja. Hanya bersama dia, membuatnya jadi istimewa. 😀